Menteri ESDM: Yang Menyentuh Masyarakat yaitu Program Energi Berkeadilan

PWRIonline.com

JAKARTA – Acara puncak Hari Jadi Pertambangan dan Energi Ke-73 yakni malam Penganugerahan Subroto 2018, menjadi momentum bagi Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan untuk memaparkan program kinerja Kementerian ESDM yang menyentuh masyarakat secara langsung, yaitu Program Energi Berkeadilan.

Kesuksesan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sidrap dan Jeneponto Sulawesi Selatan menjadi paparan awal capaian Kementerian ESDM yang disampaikan, dilanjutkan pembagian Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTHSE), BBM Satu Harga, Konverter kit, jaringan gas kota, lapangan gas Jangkrik, pemberian lapangan migas besar kepada Pertamina dan terakhir, selesainya proses divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia.

“Selama empat tahun ini Kementerian ESDM telah melaksanakan beberapa program, pertama BBM Satu Harga, sesuai arahan Bapak Presiden, pembangunan di sektor energi dan sumber daya mineral itu harus berkeadilan sosial, jadi program BBM Satu Harga ini sampai bulan September 2018 telah mencapai 82 penyalur,” ujar Jonan sesaat sebelum menyerahkan Penghargaan Subroto, Jumat (28/09) malam.

“Jadi 82 kecamatan yang belum pernah ada penyalur BBM yang resmi, sekarang sudah ada, ini terima kasih kepada Pertamina, AKR, BPH Migas dan Ditjen Migas,” tegas Jonan.

Program energi berkeadilan yang juga merupakan arahan Bapak Presiden adalah, peningkatan rasio elektrifikasi semaksimal mungkin dengan target 97,5% diakhir tahun 2019. “Menurut saya, kalau 97,5% itu kok nanggung gitu ya, jadi sekarang saya paksa dengan Dirjen EBTKE, Dirjen Ketenagalistrikan dan rekan-rekan dari PLN, saya paksa terus, nah hari ini kira-kira sudah mencapai kira-kira 97,13-97,15%, targetnya tahun ini 97,50% dan akhir tahun 2019 inshaa Allah 99,9%, “lanjut Jonan.

Jonan menjelaskan mengapa target rasio harus ditingkatkan dari 97,5%, karena menurut Jonan 2,5% rasio yang belum terlistriki itu sangat besar, itu setara dengan 7 juta populasi masyarakat Indonesia.

“Tujuh juta masyarakat itu hampir dua kali populasi Singapura, Indonesia itu merdeka sudah 73 tahun, dan Bapak Presiden selalu berbicara kepada saya, sebisa mungkin listrik itu harus ada,” jelas Jonan.

Di samping itu, capaian yang membanggakan lainnya yang baru saja diraih adalah selesainya proses divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia (PT FI). “Akhirnya kemarin, ditandatangani Sales and Purchase Agreement (SPA) jual beli saham antara PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX). Ini sebenarnya secara hukum PT Indonesia sudah memiliki saham 51% mulai kemarin,” pungkas Jonan.

Penyerahan dua blok minyak dan gas bumi, yaitu Blok Mahakam dan Rokan kepada PT Pertamina (Persero), penyerahan bantuan LTHSE yang saat ini sudah diserahkan sebanyak 80.000 unit di wilayah-wilayah yang belum terlistriki juga menjadi capaian kinerja Kementerian ESDM yang disampaikan Jonan.

Sementara itu, pemberian Konverter Kit LPG 3 Kg bagi nelayan sebanyak 22.500 unit dari target tahun ini 25.000 unit serta pemberian akses jaringan gas kota bagi masyarakat 900.000 sambungan rumah tangga (sudah terpasang 426.000 sambungan), pemberian akses sarana air bersih didaerah sulit air sebanyak 550 sumur serta mitigasi bencana geologi oleh Badan Geologi yang mendapat predikat terbaik dari Volcano Surveillance and Crisis Management Award 2018 juga merupakan capaian dan wujud nyata dari Program Energi Berkeadilan.

(Red/Safii)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.