Menkominfo Sebut BTS di Sulteng Cepat Aktif Jika Pasokan Listrik Telah Optimal

PWRIonline.com

Jakarta –┬áMenteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyebutkan, sewaktu bencana alam gempa bumi dan tsunami melanda Sulawesi Tengah, khususnya Palu serta Donggala tanggal 28 September, hanya 12 persen dari keseluruhan 35.000 BTS yang masih aktif beroperasi.

“Ada dua penyebab BTS tidak dapat berfungsi. Pertama karena kehilangan pasokan listrik dan kedua, karena terdampak getaran gempa bumi maupun tsunami. Posisi penopang BTS miring, roboh dan lain sebagainya. Jadi tidak berfungsi karena tak ada pasokan listrik,” ujar Menteri Rudiantara, di kantor Kemenkominfo, di Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Rudiantara menyampaikan, prioritas yang dilakukan saat ini adalah memberikan pasokan listrik secara optimal ke wilayah terdampak bencana alam di Sulawesi Tengah. Awalnya, pasokan listrik dengan menggunakan genset berbahan bakar solar untuk mengaktifkan sebagian BTS.

“Sampai tadi di Palu sudah 30 persen, kemudian wilayah Sigi baru aktif 24 persen dari sebelumnya hanya 9 persen. Dan Donggala sekarang sudah 37 persen,” ucap Menteri Rudiantara.

Sedangkan kini secara keseluruhan di tingkat provinsi Sulawesi Tengah telah mencapai 60 persen BTS yang aktif. Menteri Rudiantara menyampaikan, saat masa tanggap darurat bencana alam di Sulawesi Tengah selama dua pekan, kementeriannya juga mendistribusikan telepon satelit.

“Karena jaringan telepon seluler susah, sedangkan BNPB, Basarnas dan Korem juga sedang bekerja menyisir korban, kami lengkapi dengan telepon satelit yang tidak bergantung kepada jaringan di darat. Sampai saat ini sudah 65 telepon satelit diserahkan,” kata Menteri Rudiantara.

Selain telepon satelit, Kemenkominfo juga memberikan akses internet menggunakan visat yang diberikan ke posko-posko BNPB. Akses jaringan internet tersebut tidak menggunakan fix line seperti biasanya, namun memanfaatkan satelit.

Sebelumnya di hari yang sama, saat ditemui usai rapat koordinasi Menteri membahas penanganan bencana alam di NTB dan Sulawesi Tengah di kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, di Jakarta, Menteri Rudiantara menyampaikan, ditargetkan pada 5 Oktober pasokan listrik yang lebih menyeluruh telah dipasok ke Sulawesi Tengah sehingga BTS yang bisa aktif semakin banyak

“Kalau di Palu mudah-mudahan tanggal 5 Oktober listrik mulai masuk. Pokoknya begitu listrik masuk, jika kondisi tower tidak roboh dan tidak rusak, dalam hitungan 2 sampai 4 jam BTS bisa diaktifkan di Palu dan Donggala,” tutur Menteri Rudiantara.

Bencana alam gempa bumi sebesar 7,4 magnitudo tsunami dengan tinggi sekitar 1,5 meter melanda Palu dan Donggala. Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanaan saat itu juga langsung melakukan upaya penanganan krisis bencana alam di Sulawesi Tengah.

Berdasarkan data BNPB per tanggal 5 Oktober pukul 16.30 WIB, jumlah korban akibat bencana alam di Sulawesi Tengah yang telah berhasil didata mencapai 1.571 orang.

(Kominfo/Rudy/Pendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.