Menkoinfo Kerja Sama Dengan United In Diversity Foundation dan Tsinghua University, Pendidikan Talenta Digital Indonesia

PWRIonline.com 

Bali – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkoinfo) Rudiantara melakukan penandatangaan kerja sama dengan United In Diversity Foundation dan Tsinghua University untuk pelaksanaan pelatihan dan pendidikan talenta digital Indonesia.

Hal itu ditujukan untuk menyiapkan sumberdaya manusia Indonesia dalam menghadapi ekonomi digital dan berkompetisi dengan negara-negara lain di dunia.

Menurut Menkoinfo Rudiantara Indonesia membutuhkan banyak talenta digital. “Kita membuthihkan banyak talent. Tantangan terbesar ekonomi digital di seluruh negara, tidak hanya di dunia adalah soal talenta,” kata Rudiantara dalam Groundbreaking/Launching Tsinghua University SEA Center and Sustainable Development Solutions Network and Showcase of Global Crowdsourcing of Ecological Solution di Three Mountain, Kura Kura Bali, Selasa (09/10/2018) petang.

Dengan adanya penandatanganan dan pencanangan hari ini , Menkoinfo Rudiantara mengharapkan dalam tiga tahun ke depan akan ada B keempat yaitu Bali. “Jika kita bicara soal talenta digital di dunia, itu ada empat B. B yang pertama Bay Area San Fransisco Silicon Valley. B kedua Beijing dan B ketiga Benglore. Dan keempat, tiga tahun lagi di sini, Bali,” tegas Menkoinfo Rudiantara.

Menurut Menkoinfo Rudiantara , masa depan dunia ada pada ekonomi digital. “Perbincangan dalam AM IMF-WBG  salah satunya adalah ekonomi digital.  Kita percaya pada ekonomi digtal. Saya baru kembali dari G20, Asean World Economic Forum.  Semua orang bicara ekonomi digital,” papar Menkoinfo Rudiantara.

Menteri Kominfo menyatakan Indonesia percaya bahwa angka ekonomi digital bisa mencapai USD 130 Juta pada tahun 2020.  “Nilai itu sebesar 12% dari PDB Indonesia.

Bagaimana mewujudkannya? Ada banyak tantangan yang harus dihadapi pemerintah. Salah satunya adalah mendorong pengembangan talent atau sumberdaya manusia,” ungkap Menkoinfo Rudiantara.

Sambungnya Menkoinfo Rudiantara, oleh karena itu, dalam dua tahun terakhir  kementeriannya berupaya menyiapkan sumberdaya manusia baik di lingkungan birokrasi pemerintahan dan pemangku kepentingan untuk menghadapi ekonomi digital.

“Itulah kenapa pemerintah mengambil inisiatif, Kementerian Kominfo sampai akhir tahun kemarin memberikan beasiswa ke Amerika, Eropa dan Australia. Tapi mulai tahun ini kita tidak lagi mengirimkan ke negara-negara itu.  Kita mengirimkan hanya ke dua negara, China dan India. Kita hanya kirim ke Tsing Hua dan RIT Bangalore,” jelas Menkoinfo Rudiantara.

Rudinatara mengapresasi peran dan kontribusi semua pihak dalam pengembangan pusat pendidikan inovatif dan kreatif di kawasan Bali. “Saya menyampaikan terima kasih kepada Cherry dan ibu Mary Elka Pangestu atas arahan Menko Bidang Kemaritimam Luhut Binsar Pandjaitan untuk pengembangan pusat pendidikan dan pelatihan Tsing Hua University South East Asia ini,” pungkas Menkoinfo Rudiantara.

(Kominfo/Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.