KPK Tetapkan Tersangka Sopyan Basir Kasus Korupsi PLTU 1 Riau

PWRIonline.com

Maraknya praktek korupsi dalam jajaran tubuh PLN, berujung pada penetapan status tersangka terhadap Sofyan Basir ole Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus PLTU 1 Riau.Selasa (23/4/2019).

Jauh sebelum penetapan tersangka terhadap Sofyan Basir, kasus PLTU 1 Riau sudah menyeret nama-nama besar, seperti Erni Saragih, mantan wakil ketua komisi VII DPR, mantan sekjek Golkar Idrus Marham, dan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo. “Banyak proyek-proyek PLN yang di jadikan ajang korupsi untuk menggerogoti uang negara.” Ungkap Direktur Eksekutif Jaringan Pengawas BUMN (JP BUMN), Aditya Iskandar melalui pesan aplikasi Whatsapp.

Aditya meyakini bahwa posisi strategi Dirut PLN melibatkan banyak pihak dan juga stakeholder. Melalui kasus ini, menjadi akses masuk bagi aparat hukum untuk membersihkan dan memberantas praktek korupsi dalam tubuh PLN, terang Aditya.

JP BUMN menyatakan dan menuntut beberapa tuntutan dan sikap :
1. Meminta KPK untuk mengungkap tuntas semua yang terlibat dalam korupsi PLTU Riau 1. Patut diduga, masih banyak aktor lain yang ikut terlibat dalam kasus ini. Mantan Wakil Ketua Komisi VII tentu tak terlibat sendiri. Sama halnya dengan Dirut PLN Sofyan Basir sebagai eksekutif tak mungkin bekerja sendiri. Model korupsi pemenang lelang proyek APBN ini sudah wajar jika melibatkan banyak pihak atau korupsi berjamaah.

2. Meminta KPK juga memeriksa kasus mark up proyek PLTD menggunakan 5 kapal pembangkit listrik terapung milik perusahaan asal Turki, Kapowership Zeynep Sultan. Proyek menggunakan kapal pembangkit listrik terapung ini sangat dipaksakan, karena kualitas kapal yang terkenal tak bagus. Terjadi juga pembengkakan biaya untuk menggunakan sewa 5 kapal asal Turki daripada menggunakan PLTD Darat. Negara diduga mengalami kerugian hingga total 75 Triliun.

3. Meminta kepada Presiden Jokowi untuk melakukan audit investigasi sehingga dimoratorium semua proyek PLTU dan PLTD yang ditandatangani oleh Dirut PLN, Sofyan Basir. Patut diduga masih banyak praktik korup dan kongkalikong dalam beberapa proyek-proyek di tubuh PLN yang melibatkan Sofyan Basir.

(Reymond)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.