Jessica Mananohas Yang di bakar Ibu Kandung Olga Semet Meningal Dunia

PWRIonline.com

Manado  – Jessica Mananohas  uasia 10, (th)  yang di bakar oleh ibu kandungnya Olga Semet, di nyatakan meninggal dunia di RSUP Prof. Kandou setelah di rawat  41 hari bertahan (24/10/2018). Jessica Mananohas  disiram minyak panas kemudian di sulut api oleh ibu nyaOlga Semet pada 12 September 2018 di Tahuna, Sangihe Talaud.

Setelah mengalami serangkaian operasi karena luka bakar yang mencapai 85 persen di tubuhnya, dokter sempat menyatakan bahwa kondisi Jessica membaik. Tetapi satu pekan terakhir ini, Jessica Mananohas  kembali di rujuk ke RSUP Prof. Kandou karena mengalami penurunan fungsi organ. ” luka bakar yang mencapai derajat  3 juga infeksi ini berpengaruh pada kondisi organ vital Jessica, terutama jantung.” Kata Dirut RSUP Prof. Kandou, Jimmy Panelewen.

Saat ini jenasah disemayamkan di rumah ayahnya Jull Takaliuang  di Kel. Bitung Barat, Kec. Maesa, Kota Bitung. Jessica akan dikebumikan di Tahuna, Sangihe Talaud dan akan di berangkatkan melalui Pelabuhan Manado.

Tadi malam sudah selesai diautopsi untuk diketahui meninggalnya karena apa. Ini untuk kepentingan hukum agar pelaku tidak mengelak lagi, Sedianya, jenazah Jessica akan dikirim ke rumah keluarga besarnya dan sampai ke Tahuna besok subuh. Rencananya akan dimakamkan pada Kamis (25/8) siang.

“Jessica itu anak baik, pintar dan ulet dan cerdas,” kata Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulut, Jull Takaliuang, saat berbincang dengan nya, Tiap istirahat, ia jualan pisang goreng di sekolahnya,” cerita Jull , Rabu (24/10/2018).

Jessica merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Kakaknya duduk di kursi SMK, sedangkan adiknya masih usia 7 tahun. Bapak ibunya sudah bercerai, sehingga Jessica kerap membantu ibunya jualan makanan di sekolah.

Jessica sehari-hari tinggal bersama ibunya di Desa Pintareng, Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Pembakaran itu dilakukan pada 12 September 2018. Olga marah-marah kepada Jessica dan adiknya. Tiba-tiba ia menyiramkan minyak tanah ke tubuh Jessica dan membakarnya.

“Dari informasi, dia memang suka melakukan kekerasan ke anak. Sedikit-sedikit marah, tempremental. Mudah terpicu dan tidak mengendalikan emosi, memang tempremental, Jessica juga mengaku pernah diancam dibunuh. Dia memang pemarah,” tutur Jull.

“Kalau dari kami lebih konsen penanganan kelanjutan penanganan adiknya. Bagaimana mempersiapkan dia bisa mengakses pendidikan dengan aman, nyaman tanpa harus hidup dengan trauma. Apalagi ia melihat kakaknya dibakar dan melarikan diri karena diancam akan dibunuh,” tutur Jull.

(Reymond)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.