Hadiri Harlah PPP Ke-46, Ma’ruf Amin: Merasa Dibully Sejak Jadi Cawapres

PWRIonline.com

Jakarta¬†– KH Ma’ruf Amin mengatakan dirinya kerap dibully oleh sejumlah pihak setelah menjadi cawapres pendamping Joko Widodo. Ma’ruf menyebut ada yang membolak-balikkan istilah antara ulama pilihan presiden dan presiden pilihan ulama.

“Saya ikut berbahagia dan saya terimakasih karena PPP mendukung pencalonan pak Jokowi sebagai presiden dan saya sebagai calon wakil presiden. Walaupun banyak dibully di mana-mana, salah satunya tadi pilihan ulama, pilihan pemerintah,” kata Ma’ruf dalam sambutan acara Harlah ke-46 PPP di kantor PPP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (6/1/2019).

Menurut Ma’ruf, sekelompok orang yang membully pencalonan dirinya itu bahkan memakai dalil agama. Dia juga dianggap seolah-olah bukan ulama lagi setelah jadi cawapres Jokowi.

“(Arti dalil yang dibacakan Ma’ruf) Ulama itu kepercayaan para Rosul, sepanjang dia tidak berkolaborasi dengan sultan, dengan pemerintah. Jadi dianggapnya saya dianggap tidak ulama lagi tidak ulamaurrusul,” ujar dia.

Menurut Ma’ruf, dalil itu sebenarnya berlaku kepada pemimpin-pemimpin yang zahil dan tidak adil. Namun, menurut dia, Jokowi merupakan seorang yang saleh dan baik.

“Itu tentu sultan yang jahil, sultan yang zalim kalau sultan yang adil. Kata Rosululloh. Al sultonu zilluloh fil ardhi. Pemerintah itu sultan itu bayangan allah di numi karena dia akan melaksanakan tugas-tugas Allah membangun kemaslahatan, kemanfaaatan dan kenghilangkan kemuzaratan dari berbagai macam bahaya,” imbuhnya.

Ma’ruf kemudian bicara soal dua kelompok masyarakat yang akan menentukan baik dan buruknya suatu masyarakat. Kata Ma’ruf, dua kelompok itu merupakan ulama dan umaro.

“Ada 2 kelompok masyarakat yang kalau dia baik, manusia baik. Kalau dia buruk maka manusia juga akan buruk, akan rusak. Kalau 2 kelompok ini rusak, manusia juta akan rusak. Siapa dia? Al Ulama dan Umaro. Ulama dan Umaro. Jadi sebenarnya, tetapi sengaja karena dianggapnya pak Jokowi itu tidak saleh, tidak baik. Ini menurut mereka,” tuturnya.

(detikNews/knv/fai/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.