Bandar Ganja Pengendali Jaringan Narkoba Aceh – Jakarta, Ditembak Mati Unit 1 Narkoba Polda Metro Jaya

PWRIonline.com

Jakarta – Seorang bandar ganja yang selama ini menjadi pengendali jaringan narkoba Aceh-Jakarta ditembak mati unit 1 Narkoba Polda Metro Jaya. Pelaku di tembak polisi karena berupaya kabur saat diminta Keterangan  menunjukan persembunyian rekannya.

Muriandi tewas setelah timah panas bersarang di bagian punggungnya. Tindakan tegas dan terukur itu diberikan petugas setelah dua kali tembakan peringatan yang diletuskan tak dihiraukan pelaku.

Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Ahmad Fanani mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal saat petugas menangkap seorang pengedar bernama Yopi dengan barang bukti 142 ganja di wilayah Jakarta, Senin (28/10/2019). “Dari penangkapan itu, tim langsung melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku lain,” kata AKBP Ahmad Fanani, Sabtu (9/11/2019).

Pengembangan pun, kata AKBP Fanani, akhirnya membuahkan hasil, dua pelaku lain Ghazali bin Zakaria dan M Amin Yunus diringkus di Kabupaten Pidie, Aceh, Minggu (3/11/2019). “Keduanya merupakan pemasok ganja yang selama ini diterima Yopi untuk diedarkan di Jakarta,” tambah AKBP Fanani.

Dari keterangan Ghazali, tambah AKBP Fanani, terungkap merupakan suruhan dari bandar besar, Muriandi untuk menyuplai ganja kepada Yopi di Jakarta. Dan Senin (4/11/2019), petugas menciduk Muriandi di Kabupaten Aceh Besar kemudian dibawa ke Jakarta. “Saat kami bawa, dia kami minta untuk menunjukkan keberadaan kurir pembawa ganja sebanyak 310 kilogram bernama Burhan,” sambung AKBP Fanani.

Pada Kamis (7/11/2019) malam, sambung AKBP Fanani, tim bersama Muriandi menyambangi kediaman Burhan di kawasan Srengseng, Jakarta Barat. Namun, saat itu pelaku berusaha melawan dan menyerang petugas sehingga polisi melepaskan tembakan peringatan dua kali yang tidak dihiraukan pelaku. “Meski sudah kami bawa ke RS Polri Kramatjati, namun nyawanya tak dapat tertolong,” ujar AKBP Fanani.

Saat ini, sambung AKBP Fanani, pihaknya masih memburu Burhan yang merupakan pemilik 310 kilogram ganja. Selain mengamankan barang bukti, ketiga tersangka lainnya pun saat ini sudah diamankan di Polda Metro Jaya. “Para pelaku akan dijerat dengan UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup,” pungkas AKBP Fanani.

(PMJ/Reymond)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.