Asal Mula Berdirinya Mushola Sakinatu Al- Hasan di Cipinang Besar Selatan

PWRIonline.com

Jakarta – Berawal dari Bapak Haji M. Hasan dan HJ. Sakinah Berniat membangun Musolah dipanggilah sahabatnya yaitu Bp. Ust. Haris , Bp. Didi Sukarzdi dan dia berkata : Saya mau bikin Musolah kira- kira dimana lokasinya yang tepat diitunjukanlah pada sahabatnya disebelah selatan. Kemudian bapak Haji M.Hasan mengatakan jangan disitu itu rencana saya mau buat rumah tinggal dulu. Kemudian Bapak Haji M.Hasan membuat rumah tinggal terlebih dahulu.

Sebelum sempat terwujud mendirikan Musholah sahabatnya meninggal dunia, kemudian bertemu Ustajah Hj. Masrofah Nasri yang mengajar ngaji dikantor RW 04 Kelurahan Cipinang Besar Selatan, singkat cerita terwujudlah Musolah Sakinatu Al- Hasan yang dibantu oleh Bapak Haji Suharjono sebagai pembangunan Musholah.

Tanah yang dipakai pembangunan Musolah Sakinatu Al Hasan adalah tempat tongkrongan anak- anak muda yang dan tidak ada mampaatnya, lalu oleh yang punya tanah yaitu Bapak Haji M.Hasan Bin Boncel mewakafkan tanah tersebut untuk Pembangunan Musholah seluas 112,5 M.

Sekitar tanggal 27 Juni 2000 mulai dilakukan peletakan Batu Pertama selama 1 sampai 7 bulan. Proses pembangunan selesai dan mulai digunakan untuk kegiatan ibadah pada bulan Februari 2001, selesai pembangunan Musholah tahap pertama pada suatu hari Bapak Haji Suharjono menemui keluarga ahli waris Bapak Haji M.Hasan, beliau mengatakan bagaimana kalau Musholah ini diperbesar lalu sang ahli waris mengatakan saya setuju memang saya ada niat mewakafkan sebidang tanah untuk membesarkan Musolah Sakinatu Al- Hasan, tapi saat ini belum bisa karena tempat tersebut dipakai untuk sarana olah raga bulu tangkis yang masih aktif.

Setelah lapangan bulu tangkis tudak aktif barulah ahli  anak ahli waris mewakafkan dan memberikan sebidang tanah seluas kurang lebih 40,5 M, pada tanggal 3 Maret 2018 mulai dibongkar untuk pembangunan tahap kedua dan dibuat tingkat dua serta ada penambahan sebidang tanah seluas 40,5 M, yang diwakafkan oleh keluarga ahli waris Bapak Haji M. Hasan Bin Boncel dan ibu Hj. Sakinah Binti Ibar yang berlokasi di RT 006/04 Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Jatinegara Jakarta Timur.

Dan biaya pembangunan Musolah Sakinatu Al Hasan, tahap kedua dilakukan oleh swadaya masyarakat warga  RW 04.kelurahan Cipinang Besar Selatan Jakarta Timur.

Pembangunan Mushola Terhenti

Pembangunan Musolah sempat terhenti dikarenakan kekurangan dana untuk pembangunan, secara kebetulan datanglah Bapak DR. Ahmad Yani, S.H.,M,H, beserta Istri Ibu Hj. Nora Yossenovi, S.H,M.H dan beliau dengan rendah hati melanjutkan pembangunan Musholah tersebut, dan beliau mengatakan kepada penggurus Musholah saya merasa berdosa apabila ada pembangunan rumah Allah yang terbengkalai dari saya dan istri saya terpanggil untuk melanjutkan pembangunan Musolah tersebut. Itu sudah menjadi kewajiban saya. karena ini bukan era politik, ungkap DR.Ahmad Yani,

Sambungya DR.Ahmad Yani mengatakan pembangunan Musholah ini jangan disangkut pautkan dengan pencalekan saya. Karena saya tulus iklas membantu pembangunan ini karena Allah SWT.Tegas DR Ahmad Yani.

Lebih lanjut lagi DR. Ahmad Yani memaparkan, bukan karena saya nyalek, kalau niat saya karena nyalek, maka hilanglah amal ibadah saya,tutur DR Ahmad Yani.

Berlanjut Pembangunan Mushola Tahap kedua, segenap pengurus Musholah mengadakan sukuran tanda terima kasih kepada Allah SWT yang telah mendatangkan Bapak. DR. Ahmad Yani, S.H, M.H, dan ibu Nora untuk melanjutkan pembangunan Musolah tersebut. Minggu (10/3/2019) malam.

Turut Hadir dalam Acara Syukuran Tersebut Bapak Ust. Drs.Haji Akmal Shidiq.S.A.G, BapakUst.Drs Haji Misda Suhanda, Ust.Drs.Ridwan
Sya’i. Bp. Ibu Hj.Nora Yosse Novi, S.H. M.H,
ibu Hj.Masrofah Nasri , Ketua RW 04 Bapak Maryono, Bapak Tanzil. SA/LM RW 04, Bapak Supono Tokoh Masyarakat Bapak Haji Syafruddin, Tokoh Masyarakat Ketua RT 01 – 12 RW 04, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara Jakarta Timur.

(Team Investigasi PWRI)