Pencemaran Limbah Beracun Terlihat di Bantaran Kali Doncer Sebelumnya 2 Anak Jadi Korban Luka Bakar

PWRIonline.com

Bekasi – Percemaran Limbah Berbaya di perkirakan Jenis limbah beracun B3, limbah beracun tersebut sangat meresahkan warga Tarumajaya, limbah yang di duga sama dengan yang terdapat di Kawasan Rusun Marunda yang mengkibatkan dua anak kecil menjadi korban terkena luka bakar, saat ini limbah beracun tersebut  terlihat juga di bantaran kali Doscer RT 005/RW 001, Kp. Kebon Kelapa, Ds. Segara Jaya, Kec. Tarumajaya,Kab. Bekasi.Kamis (17/1/2019).

Hasil penyelusuran Team Investigasi PWRI Timbunan limbah berbahaya ini di gunakan warga untuk mengurug rumah yang berada di bantaran kali.

Kurangnya pengetahuan warga tentang limbah berbahaya ini, sehingga di manfaatkan warga tanpa mengetahui efek yang akan ditimbulkan kedepan. Pembuangan limbah yang merajalela ini, menyebabkan kali Doscer menjadi tercemar. Air di kali menjadi keruh dan hitam, juga banyak ikan yang mati dan aktifitas rumah tangga dengan menggunakan air kali menjadi terhambat. “tidak hanya itu saja, efek nya mata menjadi perih, saya juga merasakan hal yang sama.” Ungkap Marto, salah satu warga blok Nencle.Kamis (17/1).

Lanjutnya Marto menjelaskan bahwa limbah yang berbentuk seperti pasir tersebut di buang pada malam hari, sehingga tidak terpantau oleh warga. Disamping itu banyak juga warga yang meminta limbah tersebut, yang nanti akan di gunakan sebagai urugan rumah.

Hingga saat ini, timbunan limbah yang berada di bantaran kali Doscer, Kec. Tarumajaya, dan yang berada di rumah-rumah warga, tidak di ketahui siapa pemilik nya, atau berasal dari industri apa. Dari keterangan yang di himpun dari ketua RT, Pak Madalih, limbah tersebut sudah sejak 4 bulan yang lalu di buang di wilayah tersebut. “saya juga warga disini tidak mengetahui kalau limbah tersebut berbahaya, maka dari itu selama 4 bulan terakhir ini kita tidak melakukan apa-apa, bahkan warga ada yang memesan supaya di bawakan
tersebut untuk urugan rumah.” Ungkap Madalih.

Berita Sebelumnya:

Dua Anak Jadi Korban Luka Bakar oleh Limbah Industri di Marunda

Limbah kini menjadi masalah serius karena kurangnya tempat pembuangan akhir. Di Ds. Segara Jaya, Kec. Tarumajaya, Kab. Bekasi ditemukan timbunan limbah dari industri minyak goreng yang belum di ketahui perusahaan mana pemilik limbah tersebut.

‌Di infokan oleh pihak Puskesmas Marunda, bahwa ada 2 korban anak kecil, yaitu Raga dan Bertawirata keduanya berusia 8 tahun, yang merupakan warga Kp. Bambu Kuning, Cilincing, Jakarta Utara. Luka bakar yang di derita oleh kedua anak ini di sebabkan oleh limbah B3 tersebut.

Hal ini di benarkan oleh Lurah Hilda Damayanti. “iya, betul. Pihak puskesmas memberi info bahwa ada korban 2 anak kecil hingga menyebabkan luka bakar. Hanya luka saja, tidak ada korban meninggal. Di duga karena kontak langsung dengan limbah beracun tersebut.” Jelas Damayanti.Kamis (10/1/2019).

Menurut Lurah Damayanti, limbah yang sudah terlalu lama mengendap, menyebabkan jalanan licin, karena limbah yang berbentuk minyak. Di harapkan pihak terkait memberi perhatian atas masalah ini. Sedangkan dari pemerintah kelurahan setempat sudah melakukan sosialisasi kepada warga untuk lebih berhati-hati.

(Reymond/ Team Invesetigasi PWRI)