Dewan Kehormatan PAN Dradjat Wibowo: Internal Partai Belum Membahas Penggati Taufik

PWRIonline.com

Jakarta – Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Dradjad Wibowo mengatakan bahwa internal partainya belum membahas secara resmi terkait pengganti Taufik Kurniawan sebagai Wakil Ketua DPR.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Taufik Kurniawan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kebumen, Jawa Tengah,kata Dradjat.

Lanjutnya Dradjad mengatakan ada dua nama yang muncul sebagai pengganti Taufik Kurniawan dalam pembicaraan tidak resmi.

Keduanya adalah Wakil Ketua Komisi I Hanafi Rais dan Ketua Fraksi PAN di DPR Mulfachri Harahap,papar Dradjat.

Sambungnya Dradjat mengatakan, saat ini belum ada pembahasan resmi di PAN tentang posisi Mas Taufik di DPR. Kalau dalam obrolan-obrolan memang muncul dua nama, yaitu Ketua Fraksi PAN DPR RI Mulfachri Harahap dan Wakil Ketua Komisi I Hanafi Rais,” ujar Dradja Jumat (2/11/2018).

Di sisi lain, lanjut Dradjad, muncul pula pandangan Taufik masih dapat menjabat sebagai Wakil Ketua DPR hingga kasusnya berkekuatan hukum tetap,papar Dradjat.

Selain itu, lanjutnya Dradjat, faktor efektivitas juga menjadi pertimbangan di internal pimpinan PAN.

“Sisa masa bakti yang kurang dari satu tahun dan terpotong kampanye hingga April, juga menjadi pertimbangan,” kata Dradjad.

Penetapan tersangka ini merupakan hasil pengembangan kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk kabupaten Kebumen, Jawa Tengah,kata Dradjat.

Taufik diduga menerima hadiah atau janji terkait dengan perolehan anggaran DAK fisik pada perubahan APBN Tahun Anggaran 2016,kata Dradjat.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan sebelumnya mengatakan, setelah M Yahya Fuad dilantik sebagai Bupati Kebumen, ia diduga melakukan pendekatan pada sejumlah pihak termasuk Taufik.

Saat itu lanjut Basaria terdapat rencana alokasi Dana Alokasi Khusus senilai Rp 100 miliar. Diduga fee untuk kepengurusan anggaran DAK ini adalah sebesar 5 persBasaria totalQwwa12aa1qwaA anggaran, kata Basaria.

Dalam pengesahan APBN Perubahan Tahun 2016, Kabupaten Kebumen mendapat alokasi DAK tambahan sebesar Rp 93,37 miliar,papar Basaria.

Lanjutnya Basaria memaparkan, diduga Taufik Kurniawan menerima sekurang-kurangnya sebesar Rp 3,65 miliar,” kata Basaria Dalam Konfrensi Pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (29/10).

Lebih lanjutnya Basaria mengatakan Taufik Kurniawan disangkakan melanggar 12 huruf a atau pasal 12 hurut b atau pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001.

(Adit)