KPK Mengumumkan Penetapan Bupati Malang Jadi Tersangka Suap dan Gratifikasi

PWRIonline.com

Jakarta – KPK mengumumkan penetapan tersangka Bupati Malang Rendra Kresna. Ada 2 sangkaan yang menjerat Rendra yaitu berkaitan dengan suap dan gratifikasi. KPK meningkatkan status penanganan perkara ke tingkat penyidikan sekaligus menetapkan sejumlah tersangka,” ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2018).

Untuk perkara suap, KPK menetapkan 2 orang tersangka yaitu Rendra dan seorang swasta bernama Ali Murtopo. Penerimaan suap itu diduga berkaitan dengan penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, tersangka RK (Rendra Kresna) diduga menerima suap dari tersangka AM (Ali Murtopo) sekitar Rp 3,45 miliar,” ungkap Saut.

Lanjutnya Saut memaparkan, rendra dijerat sebagai penerima suap dengan sangkaan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan Ali diduga sebagai pemberi dengan sangkaan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP,ungkap Saut.

Lebih lanjut lagi Saut mengatakan, kemudian untuk perkara gratifikasi, Rendra dijerat bersama-sama dengan seorang swasta bernama Eryk Armando Talla. Keduanya diduga melanggar Pasal 12B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP,kata Saut.

Sambungnya Saut, tersangka RK bersama-sama dengan EAT (Eryk Armando Talla) diduga menerima gratifikasi yang dianggap suap karena berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajibannya setidak-tidaknya sampai saat ini sekitar total Rp 3,55 miliar,”kata Saut.

KPK melakukan penggeledahan

KPK melakukan penggeledahan di Kantor Bupati Malang Rendra Kresna selama hampir 2 jam. Sejumlah barang bukti dibawa KPK usai melakukan penggeladahan.

“Ada barang bukti yang dibawa, beberapa dokumen yang menyangkut dari surat pengaduan masyarakat dan surat laporan,” ujar Rendra Kresna kepada wartawan pasca KPK meninggalkan Pendopo Pemkab Malang di Jalan Agus Salim, Senin (8/10) malam.

Rendra sebelumnya mengaku dirinya tengah berada di luar kota (Surabaya) saat rombongan KPK tiba di pendopo. Dia yang mendapatkan kabar langsung menuju rumah dinas sekaligus tempat bekerjanya sebagai Bupati Malang.

“Saya awal posisi di Surabaya, terus pulang dan sudah ada penggeledahan. Ada surat pengaduan masyarakat dan laporan menyangkut korupsi dan pendanaan kampanye di periode kedua (Pilkada 2015),” terang Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur ini.

Beberapa dokumen yang dibawa KPK, lanjut Rendra, juga menyangkut hal tersebut. “Dokumen ada yang dibawa untuk barang bukti. Iya soal pengaduan masyarakat tadi, dugaan korupsi dan pendanaan kampanye,” ujar Rendra sudah dua kali menjabat Bupati Malang.

Rendra tak mengetahui secara detil yang dibawa KPK dari ruang kerjanya tersebut. Rendra menyampaikan, permohonan maaf tidak dapat menyampaikan proses penggeledahan secara detil dan Rumah Renda juga Digeledah.

Tim KPK berangotakan 7 orang berada di Pendopo Pemkab Malang sampai pukul 20.30 wib. Tim KPK juga mendapatkan pengawalan dari aparat kepolisian bersenjata lengkap.

(Reymond)