Kemenag Tengah Siapkan 125 miliar untuk Rehab/Rekon Terdampak Gempa Lombok, NTB

PWRIonline.com

Jakarta – Kementerian Agama(Kemenag)  tengah menyiapkan anggaran lebih dari Rp125 miliar untuk program rehabilitasi/rekonstruksi (rehab/rekon) terdampak gempa Lombok, NTB.

“Satker unit eselon I Kemenag tengah merevisi anggaran 2018 di DJA Kemenkeu dengan total lebih dari Rp125miliar,” terang Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin selaku Ketua Tim Rehab/Rekon di Jakarta,  Sabtu (07/10).

Menurutnya,  anggaran ini akan dialokasikan untuk bantuan rehab/rekon lembaga pendidikan agama dan keagamaan,  serta rumah ibadah, mulai dari madrasah,  perguruan tinggi,  masjid,  gereja, vihara, hingga dharmasekha dan sarana keagamaan lainnya.

“Rehab/rekon segera dijalankan. Inpres No 5 tahun 2018 tentang mengamanatkan agar rehab/rekon gempa NTB per 31 Desember 2018,” jelasnya.

Sarana pendidikan agama yang paling banyak terdampak gempa adalah madrasah. Dari data yang sudah dihimpun, lanjut Kamaruddin, sedikitnya ada 144 unit MI, 133 unit MTs,  67 unit MA yang terdampak. Kondisinya beragam, mulai dari rusak ringan, sedang, hingga berat.

“Tentulah anggaran Kemenag tidak dapat mengcover semuanya. Kondisi ini sudah dilaporkan oleh Ditjen Pendidikan Islam ke Kementerian PUPR,” tuturnya.

Gayung berambut, sejumlah madrasah akan dibangun PUPR. Mereka bahkan sudah melakukan kontrak kerja dengan pihak ketiga. “Ada 74 unit MI,  74 unit MTs,  dan 44 unit MA yang akan dibangun PUPR,” jelasnya.

Selain madrasah,  tercatat 37 bangunan pesantren rusak berat dan 14 lainnya rusak sedang. Untuk Perguruan Tinggi Keagaman Islam Negeri (PTKIN),  ada dua gedung yang mengalami rusak total,  empat rusak berat,  dua rusak sedang,  dan tujuh gedung rusak ringan.

“Ini akan kami lakukan melalui proses recovery pembangunan sarana pendidikan dan rumah ibadah pada 2019. Saat ini sedang dalam proses penganggaran menuju pagu definitif,” terang Kamaruddin.

Selain rehab/rekon dan rencana program recovery, Kemenag juga telah melakukan langkah tanggap darurat melalui penggalangan dana bantuan. Total terkumpul dana sebanyak Rp14,2 miliar dari keluarga besar ASN Kemenag, serta 2,9 miliar dari petugas dan jemaah haji 2018.

Dari dana bantuan tersebut, kata Kamaruddin, sebanyak Rp5,15miliar sudah disalurkan untuk:

  1. Tali asih 460 guru, serta ASN dan Non ASN Kemenag terdampak gempa (Rp987juta)
  2.  Pendirian lokal sementara dan 120 tenda (1miliar, 150juta)
  3. Bantuan 6 pesantren (600 juta)
  4. Bantuan masjid,  vihara,  dan pura (1,5 miliar)
  5. Bantuab kantor Kemenag dan 6 unit KUA (450juta)
  6. 10 unit rumah percontohan untuk ASN (100juta)
  7. Bantuan sembako (173,2juta)

(Khoiron/Red)