Di Asean Indonesia ICT Peringkat Ke-4, Kominfo: Dorong Infrastruktur Teknologi Komunikasi

PWRIonline.com

Jakarta – Beberapa brand (merek) produk Indonesia kini telah masuk ke dalam penilaian peringkat global. Ke depan, brand tersebut dinilai mampu berkompetisi di pasar ekonomi baru yang berbasiskan dengan teknologi digital.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengungkapkan, masuknya beberapa brand Indonesia ke dalam peringkat dunia tersebut didorong oleh upaya pemerintah selama ini yang fokus menggenjot pembangunan infrastructure communication technology (ICT).

“Jika dilihat dari konteks ICT, memang kita masih peringkat 4 di Asean, maka kami terus dorong pembangunan infrastruktur teknologi komunikasi.

Kami juga memiliki tantangan dapat menghubungkan semua pulau di Indonesia dengan internet,” ujar Menteri Rudiantara pada ajang Top 50 Most Valuable Indonesian Brands 2018, di Hotel Dharmawangsa, di Jakarta, Rabu (25/10/2018).

Menteri Rudiantara menjelaskan, komitmen pemerintah mendorong produktivitas untuk perekonomian digital dengan diberlakukannya affirmative policy yang lebih dinamis. Salah satunya, ucap Menteri Rudiantara, adalah melalui percepatan pembangunan infrastruktur jaringan internet cepat broadband backbone satelit Palapa Ring.

“Program satelit Palapa Ring dilakukan dengan membangun infrastuktur jaringan tulang punggung intenet di wilayah yang tidak terjangkau oleh operator. Sehingga operator seluler dapat menyediakan layanan internetnya di daerah terpinggir tanpa memikirkan biaya yang harus ditanggung, semacam insentif kepada mereka,” ucap Menteri Rudiantara.

Mengenai Palapa Ring, Rudiantara menyatakan sebagai proyek infrastruktur telekomunikasi pembangunan serat optik di seluruh Indonesia sepanjang 36.000 kilometer. Palapa Ring terdiri dari tujuh lingkar kecil serat optik (untuk wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, dan Maluku) serta satu backhaul untuk menghubungkan semuanya.

Menteri Rudiantara mengharapkan, dengan perkembangan ICT dapat melahirkan inovasi-inovasi baru di sektor perbankan dan payment system untuk mendorong financial inclusion maupun financial technology.

“Saya selalu katakan ke rekan-rekan di bidang banking, tahun 2030 kita akan punya landscape beda di dunia perbankan, khususnya dari segi konsumen dan payment system,” ujar Menteri Rudiantara.

Menteri Rudiantara mengatakan, hal itu berdasarkan kondisi tahun 2030 Indonesia akan mengalami puncak bonus demografi. Kemudian Indonesia diproyeksikan juga akan memiliki 130 miliar consumer class serta perekonomian nasional pada tahun 2030 akan sama nilainya seluruh negara-negara di kawasan Asean yang digabungkan menjadi satu.

Top 50 Most Valuable Indonesian Brands 2018 merupakan sebuah studi yang mengidentifikasi merek dengan valuasi tertinggi. Pengukurannya berdasarkan nilai yang dikonversi dalam mata uang dolar Amerika Serikat sebagai valuasi  dari merek-merek tersebut.

Beberapa brand Indonesia yang telah masuk ke top 100 global di antaranya perbankan BCA senilai USD 12,7 miliar. BCA berada di urutan ke 99, setelah Honda dan Adidas. Kemudian Go-Jek sebagai perusahaan start up juga berhasil menempati peringkat ke 7 dengan nilai valuasi USD 12,4 miliar. Selanjutnya tercatat pula Traveloka menempati urutan ke 20 dengan nilai valuasi USD 805 juta, lalu terakhir Tokopedia berada di peringkat ke 33 yang membukukan nilai keuangan USD 298 juta. **

(Kominfo/red)