Kemenkop dan UKM: Memberikan Pembekalan Terhadap Satuan Tugas Pengawasan Koperasi di Daerah Terkait Pemahaman Regulasi

PWRIonline.com

Gorontalo – Pembekalan ini sekaligus memberikan dukungan kepada satgas agar berani melakukan pengawasan terhadap koperasi. Kegiatan yang dilaksanakan di Gorontalo 19-20 September 2018 ini diikuti Satgas Pengawas Koperasi dan Satgas Pengawas Usaha Simpan Pinjam se – Provinsi Gorontalo.

Deputi Bidang Pengawasan Kemenkop dan UKM Suparno mengingatkan koperasi simpan pinjam adalah salah satu lembaga keuangan yang melaksanakan intermediasi yaitu menghimpun dana, mengelola dana, dan menyalurkan dana, maka harus diatur ketat,dikendalikan dan diawasi dinilai kinerjanya dan diberi sanksi atas pelanggarannya maka anggota Satuan Tugas harus memiliki kompetensi.

Pengawasan terhadap KSP/USP, Kopdit dan KSPPS/USPPS harus mengandung unsur pembinaan jadi bukan semata-mata audit dan penilaian atas fakta dan data.Pada masa mendatang ujarnya.

Salah satu cara terbaik dalam melakukan pengawasan adalah pengawasan berbasis teknologi informasi (IT) sehingga dapat dilaksanakan dengan mudah, transparan dan akuntabel.

Berdasarkan database online data sistem Kemenkop dan UKM per September 2018, jumlah koperasi sebanyak 152.714 unit yang terdiri dari 127.627 unit non KSP dan 23.551 unit KSP, jadi total KSP dan USP sebanyak 79.543 unit.

Kepala Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo Muhamad Z Nadjamudin jumlah koperasi yang ada di provinsi Gorontalo posisi Juni sebanyak 1.274 unit. Namun hanya 829 unit koperasi yang aktif selebihnya 445 unit koperasi yang tidak aktif, dikarenakan tidak didukung dengan manajemen yang baik serta serta ditunjang dengan SDM yang andal dan berkualitas.

Dikatakannya dari 829 unit koperasi ini baru 245 unit koperasi yang melakukan RAT. Untuk itu, sisanya segara melakukan Rapat AnggotaTahunan dan Dinas Koperasi Kota Gorontalo selalu mendorong mereka paling tidak melakukan RAT.

Untuk itu pihak koperasi siap untuk menghadapinya jika tidak, bagaimana dapat mengelola dana-dana yang cukup besar. Pihaknya terus mendorong serta memacu mereka, terutama 829 koperasi yang aktif ini karena peluang sudah tersedia.(Red)